Depresi pasca melahirkan dan Baby Blues

Posted on

1395925651103

Baby blues adalah normal, tapi jika gejala tidak hilang setelah beberapa minggu dan tidak membaik, kalian mungkin menderita depresi pasca melahirkan. Ada banyak hal yang bisa kalian lakukan untuk merasa lebih baik, dan kembali untuk menjadi ibu yang bahagia. Tidak ada alasan tunggal mengapa beberapa ibu baru mengalami depresi pasca melahirkan dan yang lainnya tidak, tetapi sejumlah penyebab dan faktor risiko yang saling terkait diyakini berkontribusi terhadap masalah tersebut.

Apakah ini baby blues atau depresi pasca melahirkan?
kita baru saja punya bayi. kita diharapkan untuk menikmati peran sebagai ibu baru. kita diharapkan merayakan kedatangan si kecil dengan teman dan keluarga kita. Tetapi alih alih merayakan, kita merasa tidak bahagia. kita dipersiapkan untuk kegembiraan dan kebahagian bukan kelelahan, kecemasan dan ketidakinginan. kita mungkin tidak mengharapkannya, tetapi depresi ringan atau kecemasan dan perubahan suasana hati adalah umum pada ibu baru, kenyataannya itu memiliki nama sendiri yaitu baby blues.

Mayoritas perempuan mengalami setidaknya beberapa gejala baby blues setelah melahirkan. Perasaan itu di simpan oleh perubahan hormon yang tiba tiba setelah melahirkan, stres, isolasi, kurang tidur, dan kelelahan.  kita mungkin merasa tidak happy, kewalahan, dan rapuh secara emosional rasanya ingin teriak saja. Umumnya, ini akan mulai dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan, memuncak sekitar satu minggu, dan lancip pada akhir minggu kedua postpartum

Tidak seperti baby blues, depresi pasca melahirkan adalah masalah yang lebih serius salah satu yang tidak boleh kita biarkan begitu saja. tapi, tidak selalu mudah membedakan keduanya.Pada awalnya, depresi pascamelahirkan dapat terlihat seperti baby blues yang normal. Faktanya, depresi pascamelahirkan dan baby blues memiliki banyak gejala, termasuk perubahan mood, tangisan, kesedihan, insomnia, dan iritabilitas. Perbedaannya adalah bahwa dengan depresi pasca melahirkan gejalanya lebih parah misalkan pikiran untuk bunuh diri atau ketidakmampuan untuk merawat bayi yang baru lahir dan perasaan itu ada lebih lama

Salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan atau menghindari depresi pascamelahirkan adalah dengan merawat diri sendiri. Semakin kita merawat kesehatan mental dan fisik kita, perasaan kita pun akan semakin membaik. Perubahan gaya hidup yang sederhana dapat membantu kita untuk merasa seperti siapa kita diri kita

Tidur cukup, 10jam penuh mungkin seperti kemewahan yang tidak dapat dicapai ketika kita urusan dengan bayi yang baru lahir, tapi tidur yang buruk membuat depresi semakin buruk. Lakukan apa yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan banyak istirahat dari meminta bantuan pasangan kita atau anggota keluarga untuk tidur siang ketika kita bisa untuk tidur.

Berlatih meditasi mindfulness. Penelitian mendukung efektivitas perhatian untuk membuat kita merasa lebih tenang dan lebih berenergi. Ini juga dapat membantu kita menjadi lebih sadar apa yang dibutuhkan dan apa yang kita rasakan, karna ini kutipan dari article luar penjelasan meditasi sebetulnya banyak bagi kita orang indonesia kita bisa berdoa dengan ajaran masing2 karna menurut penilitian juga berdoa yang fokus itu sama dengan meditasi  -dikutip dari helpguide-

Jadikan makanan sebagai yang utama. Ketika kita depresi, kita jadi sulit makan alhasil kita menjadi kekurangan nutrisi. Apa yang kita makan berdampak pada suasana hati, serta kualitas ASI, lakukan yang terbaik untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat.

Lewati pekerjaan rumah, Jadikan diri kita dan bayi kita prioritas. Beri diri kita izin untuk berkonsentrasi pada diri sendiri dan si bayi

Banyak hal berubah setelah kelahiran bayi, termasuk peran dan harapan. Bagi banyak pasangan, sumber utama ketegangan adalah pembagian tanggung jawab rumah tangga dan pengasuhan anak. Penting untuk membicarakan masalah ini, Jangan menganggap pasangan kita tahu bagaimana perasaan kita atau apa yang kita butuhkan.

Sangat penting untuk meluangkan waktu hanya untuk berdua ketika kita dapat terhubung kembali. tapi, jangan memaksakan diri untuk bersikap romantis atau berpetualang kecuali jika menginginkannya. tidak perlu berkencan untuk menikmati kebersamaan satu sama lain. Bahkan menghabiskan 15 atau 20 menit bersama tanpa gangguan dan fokus satu sama lain dapat membuat perbedaan besar dalam perasaan kedekatan.

 

Terapi individu atau konseling pernikahan, Terapis yang baik dapat membantu berhasil menangani penyesuaian ibu. Jika mengalami kesulitan bela diri atau merasa tidak didukung di rumah, konseling pernikahan bisa sangat bermanfaat.

Untuk kasus depresi pascamelahirkan di mana kemampuan kita berfungsi secara memadai untuk diri sendiri atau bayi kita terganggu, antidepresan dapat menjadi pilihan. tapi, obat harus dipantau secara ketat oleh dokter dan terbukti lebih efektif jika disertai dengan psikoterapi.

Bagaimana Memilih Terapi hormon, Terapi penggantian estrogen terkadang membantu dengan depresi pascamelahirkan. Estrogen sering digunakan dalam kombinasi dengan antidepresan. Ada risiko yang mengikuti terapi hormon, jadi pastikan untuk berbicara dengan dokter tentang apa yang terbaik dan paling aman untuk kita.

Jika orang yang kalian cintai mengalami depresi  pasca melahirkan, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menawarkan dukungan. Beri dia waktu istirahat dari tugas pengasuhan anaknya, berikan telinga yang mendengarkan, dan bersabarlah dan pengertian.

Saya pernah mengalami nya sendiri betapa sulitnya ketika mengalami hal ini, semoga ini bisa membantu untuk para ibu baru yang mengalami hal ini walaupun saya berharap jangan sampai ada yang mengalami hal seperti ini.

 

 

 

Leave a Reply